Tampilkan posting dengan label kuliner. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kuliner. Tampilkan semua posting

Senin, 13 Juli 2015

Angkringan Blenduk

Jalan-jalan tanpa menikmati kulineran di suatu daerah pasti rasanya kurang. Jika menyempatkan datang ke kota Semarang dan sampai di area kota lama Semarang, sempatkan datang ke angkiran yang ada di dekat gereja blenduk. Angkringan ini bukan sekitar jam 6 sore. Jadi, setelah capek-capek jalan-jalan di sekitar kota lama, bisa rehat sejenak di angkringan ini sebelum pulang ke penginapan.


Tempatnya cukup enak. Makanannya bisa dibilang murah dan tempatnya juga bersih. Harga sekitar satu bungkus nasi kucing sekitar Rp 2500, sedangkan gorengan ada di kisaran Rp 1000 – 1500. Minuman agak mahal, antara Rp 2000 – 6000-an. Sambil makan di sana, kita juga bisa menikmati musik jazz yang dimainkan oleh sekelompok pemusik di panggung utama. Suasananya juga bisa dibilang romantis, karena setiap meja ada gelas-gelas lilin yang menyala dan penerangan agak remang. Padahal, itu ada di area halaman sebuah gedung angkringannya.


Taman Srigunting dan Gereja Blenduk ada di sebelah angkringan itu. Hanya tinggal berjalan beberapa langkah, bisa langsung kembali menikmati suasana di area sana, yang lebih remang. Tempatnya cukup enak buat nongkrong bersama teman-teman. Namun, yang perlu diperhatikan, kalau kelamaan di sana, pasti ingin menambah makanannya. Karena, 1 bungkus nasi kucing sama sekali tidak mengenyangkan perut.

Kalau datang ke Semarang, utamanya sedang berwisata di sekitar area Gereja Blenduk, jangan lupa menikmati makanan di sekitar sana. Referensi tempat wisata lainnya ada di travelensia.com

Minggu, 05 Oktober 2014

Manfaat Sayuran Yang Biasa kita Makan : Kubis dan Kangkung





Selain bayam dan tauge, sayuran sehari-hari yang sering kita temui adalah kubis dan juga kangkung. Kedua sayuran ini sering sekali digunakan dalam pecel dan gado-gado. Kangkung nikmat jika dimakan matang, sedangkan kubis bisa dimakan mentah (untuk lalap) maupun matang.

Kubis memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti untuk memperkuat Sistem Imun Tubuh, di mana kubis merupakan sumber vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh anda dan kandungan vitamin C-nya lebih besar dari pada kandungan vitamin c dari buah jeruk. Kemuidan, kubis juga bermanfaat untuk menyehatkan Organ Pencernaan. Kubis merupakan jenis sayuran yang berserat tinggi. Oleh karena itu, kubis dapat membantu menghindarkan dari gejala susah buang air besar atau sembelit.
Selain itu, Kubis juga berguna untuk penangkal Kanker, memberikan nutrisi untuk Mata Anda, menurunkan berat badan secara Alami, serta salah Satu Makanan Bagi Otak. Kubis khususnya kubis merah mengandung vitamin K serta antosianin yang akan menutrisi organ otak. Kedua zat tersebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi di otak lebih baik. Selain itu, vitamin K dapat menghindarkan seseorang dari penyakit Alzheimer dan demensia.

Kangkung yang menjadi salah satu sayuran favorit dalam setiap pecel memiliki manfaat yang hampir mirip dengan kubis. Kangkung membantu mengatasi masalah sembelit, mengatasi masalah insomnia, menjaga kesehatan ginjal, dan mencegah anemia. Kandungan vitamin seperti A, B, dan C, plus mineral seperti kalsium, fosfor, seng, magnesium, karoten, dan zat besi, kangkung mempunyai efek menenangkan susunan saraf sehingga penyantap kangkung merasa santai dan enak tidur. Ini yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah insomnia.

Manfaat Sayuran Yang Biasa Kita Makan : Bayam & Tauge






Kalau sering menonton serial popeye the sailor man pasti tahu dengan sayuran yang membuat si popeye jadi kuat. Apalagi kalau bukan Bayam. Tentunya sering melihat sayuran ini ada di pasar atau mungkin di supermarket. Harganya pun terbilang murah. Namun, dibalik seikat bayam yang dihargai murah dan sering dimasak menjadi sayur bening atau pecel itu, taukah kalian mengenai khasiatnya?

Bayam memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Yang Pertama, bayam bisa menjadi pencegah kanker yang efektif, kemudian meningkatkan memori otak, menyehatkan organ pencernaan, lalu juga untuk penglihatan di mana antioksidan lutein dan zeaxanthin yang sangat banyak di bayam dapat melindungi mata dari katarak dan usia degenerasi makula terkait.

Selain Bayam, sayuran lain yang sering sekali kita konsumsi adalah tauge. Tahu, kan? Makanan yang sering ada pada oseng-oseng atau pecel ini memberikan efek yang begitu besar bagi tubuh. Seperti bayam, tauge pun memiliki manfaat untuk penyebaran sel kanker. Senyawa genistin akan bekerja lebih efektif ketika sudah berbentuk benih kecambah dan akan menekan kanker. Saat itu, genistin akan bekerja secara aktif menghambat pasokan makanan bagi sel-sel kanker sehingga mereka mati.

Manfaat lainnya dari kecambah adalah meningkatkan kesuburan. Kandungan vitamin E membantu mengurangi gangguan pramenstruasi, keluhan menstruasi, pramenopause, dan gangguan akibat menopause. Setelah itu menjaga dan meningkatkan pencernaan keasaman lambung.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Vitamin-vitamin dalam Buah dan Sayuran


Buah dan sayur memiliki banyak kandungan nutrisi atau zat kimia penting sangat bermanfaat untuk menopang kesehatan tubuh manusia. Baik buah-buahan maupun sayur-sayuran merupakan salah satu menu makanan penunjang kesehatan tubuh. Konsumsi buah dan sayur setiap hari sangat dianjurkan agar memenuhi menu makanan sehat, karena keduanya memiliki nutrisi serta nilai gizi yang banyak diperlukan olah tubuh sehingga kita dapat selalu sehat tampil lebih bugar.

Perlu diketahui, bahwa di dunia ini banyak sekali jenis buah-buahan maupun sayur-sayuran, dimana memiliki ciri serta kekhasan masing-masing. Masing-masing buah maupun sayur memiliki kandungan nutrisi serta nilai gizi berbeda. Berikut adalah kandungan vitaman dalam tiap-tiap buah dan sayuran serta manfaatnya bagi tubuh.

Vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata maupun kulit.
Jenis buah : Buah alpukat, sirsak, apel, belimbing, jambu biji, kiwi, mangga, melon, pepaya, pisang, semangka.
Jenis sayur : Sayur ayam, brokoli, wortel, kangkung, ubi jalar merah, labu kuning, kacang panjang, seledri.

Vitamin B1 bermanfaat membantu memperlancar sirkulasi darah, metabolisme, maupun fungsi otak.
Jenis buah : Buah kiwi, buah naga, kismis, semangka, pisang, timun.
Jenis sayur : Sayur kacang panjang, sayur kangkung.

Manfaat vitamin B2 bagi tubuh manusia terutama dalam pembentukan sel darah merah serta meningkatkan aliran oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Jenis buah : Buah kiwi, apel, manggis, pisang, semangka, timun.
Jenis sayur : Sayur bayam, kacang panjang, serta jamur.

Manfaat vitamin B6 bagi tubuh terutama ditemui dalam meningkatkan kekebalan tubuh, metabolisme, serta sistem syaraf.
Jenis buah : Buah semangka, pisang, alpukat.
Jenis sayur : Sayur kentang, seledri, serta ubi jalar.

Manfaat vitamin C terutama dalam membantu menjaga kesehatan gigi serta kesehatan gusi.
Jenis buah : Buah apel, jeruk, buah naga, belimbing, mangga, jambu biji, pepaya, pisang, sirsak, maupun buah stroberi.
Jenis sayur : Jagung, ubi jalar, kembang kol, serta kol.

Vitamin E selain baik untuk menjaga kelembaban kulit maupun perawatan rambut juga bermanfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu kesuburan alat kelamin, mengurangi stress, serta mencegah penyakit jantung maupun kanker.
Jenis buah : Buah alpukat, mangga, kiwi, pisang, tomat.
Jenis sayur : Sayur brokoli, bayam, paprika, asparagus, labu, kacang tanah.

Vitamin K bermanfaat bagi tubuh terutama dalam pembentukan tulang maupun pembekuan darah.
Jenis buah : Buah alpukat, buah kiwi.
Jenis sayur : Sayur kubis, brokoli, asparagus.

Rabu, 01 Oktober 2014

Jalan-jalan ke Sragen (2)




Sragen terlihat tenang dan damai. Kabupaten ini memang bisa dibilang kecil dan tidak terlalu ramai. Walau, kalau saat lebaran, bisa dibilang jalan di kabupaten ini akan padat merayap. Tempat wisata di kabupaten Sragen tidak terlalu terkenal dibanding tempat-tempat wisata di sekitar Sragen seperti Solo, Karanganyar, atau Wonogiri. Sebenarnya, ada satu objek wisata yang terkenal, yaitu Sangiran, di mana di sana terdapat Musium purbakala Sangiran, yang berisi banyak peninggalan purbakala.


 Selain Sangiran, sebenarnya ada juga objek wisata lain yang bisa dikunjungi, seperti Gunung Kemukus, Waduk Kedung Ombo, Pemandian Air Panas Bayanan, Kampung Batik Kliwonan. Bahkan, di kabupaten ini sebenarnya ada event budaya tahunan yang diadakan seperto, Larab Langse, Festival Cembeng, Larung Agung, Gethek Joko Tingkir, serta Kejuaraan Nasional Berkuda. Sayangnya, mungkin di antara sekian banyak tempat wisata dan eventnya, hanya sedikit sekali yang pernah didengar.



Sedangkan untuk makanan khas, ada nasi sambal tumpang, soto girin, sate banaran, pecel sragen, Tengkleng, ronde, dan dawet. Sebagian di antara makanan ini tentu pernah kalian nikamti, kan? Sebenarnya, banyak juga jajanan pasar yang unik di kabupaten ini, tetapi... susah kalau mau dijelaskan satu per satu. Sebenarnya, pemerintah kabupaten Sragen sudah menyiapkan ebook panduan wisata Sragen bagi siapa pun yang mau berjalan-jalan ria di sana. Silakan menikmati tempat wisata dan kulineran di Sragen ya. ^^

Jumat, 26 September 2014

Mengenai Magelang (2)




Selain banyaknya destinasi wisata kota, Magelang pun punya banyak makanan khas yang patut dicoba, seperti kupat tahu, sop senerek, mangut lele, nasi sop empal, Es krim mahkota, maupun es semanggi. Kupat tahu khas Magelang berisi potongan tahu putih yang sudah digoreng, ketupat, gimbal, dilengkapi dengan irisan kubis dan taburan taoge, seledri serta bawang goreng. Sekilas kelihatan seperti lontong tahu gimbal, tetapi kalau sudah merasakan bumbunya pasti akan menemukan perbedaan. Kuah kupat Tahu Magelang encer tanpa rasa bawang yang dominan. Rasanya gurih dan tidak terlalu manis.


Kemudian ada Sop Senerek yang tak lain adalah Sop kacang Merah. Sop senerek terdiri dari nasi, kacang merah, wortel, irisan daging sapi dan bayam. Pada dasarnya pembuatan sop senerek sama seperti sop lainnya, bedanya adalah kacang merah sebagai bahan dasar sop senerek harus direndam semalaman agar empuk. Senerek ini merupakan perpaduan kuliner antara Magelang dan Belanda karena jaman penjajahan dulu, orang-orang Belanda terlalu lama berada di Magelang. Senerek merupakan kata yang diadaptasi dari Belanda yaitu Snert yang artinya kacang polong.


Kemudian ada Mangut Lele. Berbeda dengan mangut Semarang dan Bantul, yang memakai ikan pari yang telah dipanggang, mangut Magelang justru menggunakan ikan lele segar sebagai bahannya. 



Kamis, 25 September 2014

Tahu Aci Yang Menggigit dan Teh Poci Yang Pas


Warung makan Tegal, rumah makan Tegal..., sepertinya sudah tidak asing bagi kita untuk mendengar kata “Warteg”. Tentunya hal pertama kali yang muncul dalam pikiran kita mengenai warteg adalah sebuah tempat makan yang menjual berbagai macam masakan rumahan dengan beragam macam lauk, nasi ambil sendiri, dan harganya murah. Tapi, saya tidak akan membahas mengenai warteg-nya, melainkan kotanya sendiri, Tegal.

Sudah lama sekali kita mengenal kalau orang Tegal itu memiliki logat yang unik dan khas. Mereka masih termasuk suku jawa, tetapi logat dan cara mereka berbicara jauh berbeda dari kebanyakan orang jawa yang tinggal di tengah-tengah, apalagi daerah solo atau yogyakarta. Logat mereka benar-benar unik dan khas! Ciri yang benar-benar patut dikagumi. Sebenarnya, tidak hanya orang Tegal saja yang memiliki logat unik ini, melainkan kota-kota atau daerah perbatasan antara jawa tengah dengan jawa Barat, kebanyakan masyarakatnya memang memiliki logat yang unik didenga darn khas untuk diucapkan. Saya sendiri punya kawan dari Tegal, sulit untuk meniru cara bicaranya yang cepat dan terkesan nyablak. Tapi itulah keanekaragaman. Unik, kaya, dan mengesankan.

Yang ingin saya bahas mengenai Tegal adalah makanan dan minuman khas dari sana. Seorang kawan saya sering membawakannya kalau dia pulang dari Tegal, sebesek tahu kuning besar serta seplastik tepung kanji berbau khas. (Kalau ditaruh di dalam mobil, dijamin, baunya pasti nggak enak). Itu tak lain adalah tahu aci bu murni. Waktu pertama kali kawan saya membelikan tahu itu, saya ngerasa aneh dan cenderung tidak suka, apalagi dengan bau acinya (tepung yang agak lengket dan terbuat dari tepung tapioka yang sudah dibumbui). Namun, setelah kawan saya mengajari bagaimana caranya memasukkan aci ke dalam tahu dan menggorengnya hingga keemasan, WOW! Rasanya benar-benar enak!


Tahu acinya terasa gurih dan sedikit garing. Bila dimakan dengan sambal kecap, maka rasanya akan bertambah enak. Selain tahu aci, oleh-oleh lain yang sering dibawakan oleh teman saya dari Tegal adalah teh. Yah..., teh biasa yaitu teh Tang yang jenisnya teh premium yang harus diseduh biasa. Kalau teman bilang sih, jenis teh poci. Lagi-lagi saya sangsi dengan rasa tehnya, terutama karena kelurga saya sudah menyukai satu teh merk tertentu. Yah..., akhirnya agak lama deh sampai saya mencipi teh ini. Wah..., lagi-lagi saya terjebak dengan pemikiran saya sendiri.


Rasa tehnya enak. Ada sepat dan pahitnya sedikit, serta bau wanginya pun menyengat. Teh ini benar-benar cocok dinikmati bersama sepiring tahu aci yang baru saja digoreng. Kalau kalian menginginkan tahu aci, bisa buat sendiri. Ada banyak resepnya bertebaran di mbah google. Namun, kalau punya teman yang domisili di Tegal dan malas membuat sendiri, coba kontak temannya deh dan rayu, supaya kalau balik dari kampung halaman, dibawain satu besek tahu aci sama teh premium. Gak akan nyesel! :))) *tapi ntar uang oleh-olehnya diganti, ya. Kasian yang mbawain kalau nitip oleh-oleh tapi gak dibayar*

Jumat, 19 September 2014

Jajanan Pasar (lagi) 2


Jangan bosan-bosan dengan artikel jajanan pasar, ya. Karena memang jajanan pasar itu buanyak dan nggak akan pernah bosan untuk disebutin satu-satu. Nah, setelah yang lalu kita membahas klepon, timus, lemper, dan arem-arem. Enaknya sekarang kita membahas tentang apa, ya? Wah, tenang. Masih ada banyak kok stok jajanan pasarnya.



Siapa yang pernah makan sosis solo? Yep, namanya sosis solo tapi bentuknya nggak kayak sosis, tapi lebih mirip ke risoles dalam versi lebih kecil dan padat. Sampai sekarang pun saya heran, kenapa makanan ini disebut sosis solo. Namun, dari pada pusing memikirkan soal asal namanya, lebih baik kita snatap saja sosis solo ini! Isinya berupa daging ayam cincang dengan rasa manis dan gurih. Nyemm!! Sekali lahap, pasti ingin tambah satu lagi.



Kemudian dilanjut dengan semar mendem. Lagi-lagi di sini saya kena serangan bingung juga. Semar mendem, maksudnya semar mabuk atau bagaimana ya? Bentuknya sih seperti persegi panjang yang gendut. Semar mendem merupakan makanan yang terdiri dari kulit dadar lalu diisi dengan ketan serta cacahan ayam. Rasanya bercampur antara asin kulit dadar, rasa datar ketan dan manis cacahan ayam. Sekilas, rasanya sedikit mengingatkan saya dengan lemper.


Ada juga lapis. Pernah makan lapis? Ini terbuat dari tepung ketan dan sangat manis dengan warna yang bermacam-macam tiap lapisannya. Dari dulu, saya suka liat warnanya tapi tidak suka memakannya. Alasannya satu, makan satu gigitan saja sudah bikin kenyang. Saya ndak tahan dengan rasa manisnya. Jadi, kalau mendapat berkat dan ada isi kue lapisnya, bisanya saya lembar ke anggota keluarga lain yang doyan makan manis-manis. :)))

Masih mau jajanan pasar yang lain?

Jajanan Pasar (Lagi)

Obrol-mengobrol mengenai makanan pasti tidak akan ada habisnya. Terlalu banyak jenis makanan yang ada di Indonesia, bahkan tiap kota pun memiliki penganan khasnya sendiri-sendiri. Sekarang, saya ingin membicarakan beberapa jenis makanan atau jajanan pasar yang kemungkinan besar sering kita jumpai di pasar (khususnya jawa tengah atau jawa timur, karena saya nggak yakin jajanan pasar di provinsi-provinsi lain sama dengan di sini).


Jajanan pasar yang menjadi salah satu kesukaan saya, yang pertama adalah klepon. (Sebenarnya bukan kesukaan juga sih, saya malah lebih suka timus). Klepon ini terbuat dari tepung kanji yang kemudian diisi dengan gula merah lalu direbus kemudian ditaburi parutan kelapa. Jika orang yang memesak klepon ini tidak ahli, akhir pembuatan klepon ini bisa ditebak, adonannya akan lengket satu sama lain dan bentuknya tidak akan kelihatan seperti klepon.


Kemudian, yang kedua adalah timus. Timus merupakan penganan dari ubi yang kemudian ditumbuk kemudian dikepal setalah dicampur dengan tepung kanji serta telur dan ada sedikit garamnya. Baru setelah itu digoreng hingga kuning keemasan. Makanan ini sangat enak dan mengenyangkan, lho. Makan satu atau dua-tiga buah timus bisa kenyang seharian. Apalagi kalau minumnya pake teh atau kopi panas. Hmmm, nikmat!


Setelah itu, ada juga jajanan pasar yang amat mengenyangkan, yaitu Lemper dan arem-arem. Sekilas, kedua makanan ini terlihat sama karena sama-sama dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya mirip lontong. Namun, saat kita membuka bungkus daunnya, kita bisa melihat jelas kalau kedua makanan ini berbeda jauh! Lemper terbuat dari beras ketan dan berisi cacahan daging ayam dan terasa manis serta gurih. Sedangkan arem-arem terbuat dari beras yang diisi dengan sambal goreng dan rasanya pedas.

Jadi, piliha kudapan mana untuk menemani pagi atau soremu?

Kamis, 18 September 2014

Segar, Dingin, Nikmat, tapi Bisa Bikin Sakit Gigi!



Ada bermacam-macam es di Indonesia. Saya tidak mengatakan esnya adalah es batu. Kalau es batu, mah, kebanyakan sama. Tapi ini, olahan yang elemen intinya adalah es batu. Tanpa es batu, minuman-minuman ini rasanya jadi kurang nikmat. Ada banyak es di sini, tapi... yang akan dibahas hanya 3 es saja, yaitu es campur, es dawet, dan es rumput laut.


Siapa yang belum tahu ketiga es di atas? Kurasa semua sudah tahu. Dari ketiganya, yang satu-satunya paling beda adalah es dawet. Sedangkan es campur dan es rumput laut terbilang serupa tapi tak sama. Isian untuk es campur dan es rumput laut terbilang mirip seperti buah-buahan, tapi yang paling membedakan antara kedua es ini, kalau es campur tidak ada rumput lautnya, sedangkan es rumput laut ada raumput lautnya. (iyalah! PLAAAK).

Tapi, kuah santan pada es rumput laut terbilang sedikit encer dan lebih banyak dari pada es campur. Kalau biasa memesan es campur, pastinya esnya yang lebih banyak dari kuahnya. Kalau es rumput laut ini sebaliknya. Nah, untuk es dawet, jelas sangat berbeda dari kedua sepupu jauhnya ini. Dawet malah terdiri dari cendol, air santan, dan gula jawa, serta tape dan es. Sama sekali tidak ada buah. Dari ketiga minuman ini, mana yang kalian sukai? :D

Rabu, 17 September 2014

Gudeg Koyor Yu Tum



Sedikit asing atau tidak asing sama sekali dengan kata Koyor? Ini makanan enak, lho. Terbuat dari otot sapi dan memakannya ditemani dengan kuah sambal goreng serta kuah opor. Gudeng koyor juga tidak lengkap kalau makannya tanpa gudeg. (Iyalah, lha wong namanya aja gudeng koyor!) Kalau nggak pakai gudeg, namanya ya koyor saja.


Gudeg koyor Yu Tum atau sering disebut juga Mbak Tum lumayan terkenal dan ramai disambangi pembeli. Warung makan ini ada area peterongan, berupa tenda biasa dipinggir jalan. Namun, jangan salah sangka, sekalipun tampilan warungnya sederhana, bahkan tidak memungkiri seperti pedagang kaki lima, tapi makanannya rasanya mantap.

Koyornya lembut di lidah. Pete gorengnya pun manis dan segar, berasa krenyes-krenyes. Sambel gorengnya enak, gudeg dan opornya tidak terlalu manis, bahkan cenderung gurih. Kita bisa pesan makanannya pakai lontong atau nasi di sini. Pakai lontong enak, pakai nasi juga sama enaknya. Pilih mana yang disuka. Untuk soal harga, memang agak mahal, tetapi dijamin tidak menyesal mencoba makanan di warung gudeg koyornya Yu Tum.

Kudapan Getuk Kethek



Bacanya bukan kethek ( e yang dibaca bebek atau e yang dibaca pepet). Namun kethek merupakan bahasa jawanya monyet. Iya, disebut sebagai getuk Kethek. Kenapa disebut begitu? Dikarenakan si penjual getuk ternyata memelihara monyet di depan rumahnya, sehingga getuk itu pun bernama getuk Kethek. Getuk merupakan penganan yang disukai dari zaman baheula. Kudapan yang terbuat dari singkong ini memiliki banyak penggemar dan memiliki beragam jenisnya. Dari getuk yang trio yang ada di magelang, getuk goreng di bandungan, bahkan sampai getuk kethek.


Getuk kethek merupakan penganan khas Salatiga. Dibuat oleh Nenek Samsi dengan cita rasa harum, manis, dan gurih, maka lahirlah getuk kethek dengan nama getuk kethek satu rasa ini. Gethuk ini terbuat dari perpaduan singkong, kelapa, dan gula asli. Dengan bahan-bahannya yang alami ini, getuk Kethek hanya tahan berada di luar selama sekitar 6 jam-an.



Namun, sekarang, untuk menikmati kudapan ini, kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Salatiga. Cukup pergi ke Ungaran, tepatnya di belakang kantor DPRD, kita bisa menemukan penjual Getuk Kethek yang tak lain masih merupakan keturunan dari Nenek Samsi. Rasanya yang manis dan, baunya yang harum, tentunya nikmat di lidah. Makanan ini layak untuk dicoba.

(Foto diambil dari berbagai sumber)

Selasa, 16 September 2014

Wisata Kuliner di Singosari Raya

Sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu, kawasan di daerah singosari Raya merupakan sebuah jalan biasa yang bisa dibilang tidak memiliki arti apa-apa. Deretan sisi kiri-kanan merupakan rumah-rumah biasa. Hanya ada satu-dua warung di sana dan yang paling terkenal adalah Burjo Singosari. Namun, 2-3 tahun belakangan, tempat ini pelan-pelan berubah.

Bangunan Ruko mulai didirikan, menggantikan rumah-rumah berlantai satu. Rumah-rumah berubah menjadi pertokoan, restoran, dan kafe yang komersil. Jalan yang terkadang sepi, sekarang telah berbah menjadi ramai akan lalu-lalang kendaraan serta parkiran mobil. Tempat ini menjadi kawasan strategis untuk berbisnis.


Ada beberapa macam kafe serta restoran di kawasan singosari ini seperti Cafe Pelangi, Kedai Gula Jawa, Martabak Ufo, Chicken Ramen, Warung makan Kembar, dan yang lainnya. Sulit untuk menyebutkan tempat-tempat itu, tapi... dari tempat makan yang mahal sampai yang murah pun ada di sini. Tidak ada ruginya untuk mampir di singosari raya sejenak untuk mampir dan menikmati makanan yang terhidang di sana. Kalau kita ingin menu western dan kudapan ringan yang enak, kita bisa mampir ke cafe pelangi. Jika ingin makan kue terang bulan atau makanan berat lainnya, kita bisa pilih di Martabak Ufo. Mencicipi sensasi makan mie yang pedas mampus? Ada di Chicken ramen. Harga tiap-tiap makanan bervariasi di masing-masing Kafe. Namun, kisaran harga ada di 10.000-an ke atas.



Senin, 15 September 2014

Bersantap Sate Yang Berbeda!

Kenal binatang ini?


Pasti juga sering lihat yang ini juga.


Bagaimana kalau binatang di atas menjadi seperti ini?


Tegakah Anda memakannya?

Yap, sate kelinci. Siapa yang pernah memakannya? Saya pernah memakannya dan rasanya... sebenarnya tidak terlalu buruk. (Ini merupakan pendapat pribadi saya sendiri, lho). Kata orang kebanyakan, sate kelinci itu enak, rasanya mirip daging ayam. Memang benar, mirip daging ayam kok, hanya saja... bila daging ayam sedikit terasa lemaknya, juga agak kenyal. Daging kelinci sendiri kesat, mungkin rasanya mirip seperti dada ayam.

Saya pernah memakannya sekali dan berpikir ulang untuk mencobanya lagi. (Iya, saya beli dan makan buat memuaskan rasa penasaran saya mengenai rasa sate kelinci). Bukan karena tidak enak. Tapi lebih karena kasian, berhubung saya juga pernah memelihara kelinci jenis rex. Sate kelinci banyak ditemui di bandungan. Harganya pun setara dengan seporsi harga sate ayam. Tertarik mencoba?

(Foto diambil dari berbagai sumber)

Masakan Jepang yang Cocok Di Lidah : Warkoshi

Saya dulu sangat penasaran dengan yang namanya sushi. Di zaman tahun 2009, yang namanya makanan luar, entah itu western atau pun asian, dengan harga miring tentu amat jarang dan tidak sebanyak sekarang. Maka dari itu, ketika ada paketan di sebuah kedai makan di food court sebuah perbelanjaan, saya pun dengan senang hati membeli paketan itu. Dan...

Saya kapok makan sushi.

Iya, gara-gara itu saya tidak mau makan sushi untuk beberapa lama, hingga tahun 2014 ini, salah satu sahabat saya memberitahu perihal kedai sushi yang rasanya enak dan miring. Reaksi saya pertama kali dengan ceritanya adalah apatis. Masak iya ada sushi seperti itu? Jujur, kenangan makan sushi dengan rasa asli itu masih melekat kuat di ingatan saya. Namun, teman saya meyakinkan, kalau sushi di kedai itu sangat berbeda! Tidak ada bau cuka, tidak ada ikan mentah, semua rata-rata matang!




Saya masih apatis, tapi mulai tertarik. Kemudian, saya pun datang ke kedai itu yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal saya. Warungnya kecil, areanya sempit, nggak terlihat seperti kedai jepang kebanyakan, kecuali lampion merah di bagian depan. Saya mendadak skeptis melihat tempatnya. Namun, karena penasaran dengan sushi tersebut, saya pun memaksakan diri untuk masuk dan memesan beberapa potong sushi dan YAAAAA....


Ternyata sushinya memang beda! Cocok di lidah! Rasanya sama sekali tidak aneh, bahkan cenderung enak. Sejak saat itu pun, saya jadi langganan di kedai sushi itu, yang tak lain adalah Warkoshi yang berada di jalan Hayam Wuruk, persis di seberang kampus Fakultas Ilmu Budaya-nya UNDIP. Jadi... kalau ingin mencoba makanan luar dan tidak suka aneh-aneh, lebih baik... cari dulu rekomendasi dari teman-teman ya. Jangan sampai kena jebakan betmen seperti saya.


O, ya, harga per-roll sushi ini berkisar antara 9000 – 18.000an, cukup murah kan? Minumannya juga murah-murah. Sayang, pesan satu porsi itu sama sekali nggak mengenyangkan. Selalu ingin makan lebih kalahu sudah menghabiskan sepiring sushi di sana. :)))

Melihat Bintang Dari Atas


      Bagaimana caranya melihat Bintang dari atas? Aneh ya..., masak bisa? Nggak mungkin.
api mungkin kok. Asal titik-titik cahaya di atas dipindah ke bawah. 

Haaah? Serius? Gimana caranya? 
Jadi... bintangnya diganti lampu aja...., kan lebih mudaaaah. *ditendang sampai timbuktu*


Tapi... kata-kata saya tadi bukan main-main. Kita memang bisa melihat Bintang dari atas, apalagi kalau dari tempat-tempat tinggi seperti bukit atau pegunungan. Niscaya, kita bisa melihat deretan lampu-lampu berwarna-warni di tengah kegelapan malam. Orang mengatakan kalau Semarang bukan koa besar, padahal... kota ini aslinya luas dan memiliki kekayaan tempat. Mau ke pantai? Bisa. Mau ke gunung? Bisa, mau ke daerah gua atau dataran rendah, ada juga. Ke bukit? Ada segudang buanyaknya di daerah Semarang. Di sini, tentu yang saya maksud mencakup Semarang kota maupun Kabupaten Semarang.


Sekarang saya mau membicarkan perihal sebuah restoran yang ada di daerah perbukit Semarang, tepatnya di Gombel. Kawasan yang terkenal angker, rawan kecelakaan, dan penuh dengan misteri ini ternyata menyimpan sebuah keindahan jika malam tiba, yaitu... cahaya lampu-lampu. Dari sebuah restoran bernama Alam Indah di sana, kita bisa menikmati sajian masakan rakyat (dengan harga yang tidak merakyat) sambil menonton keindahan kota Semarang bawah. Lampu bersampur dan dari sana kita juga bisa melihat ke arah pelabuhan.

Bagi pasangan muda, tempat ini terbilang cukup romantis dan menyenangkan, apalagi ada band-nya juga. Sayang..., hati-hati dengan isi dompet. Salah-salah, kebanyakan makan malah bikin kantong terkuras habis :))

Selasa, 09 September 2014

Lumpia, Kudapan Khas Semarang



Ada begitu banyak penganan di Indonesia dan terdiri dari berbagai macam rasa serta bahan. Dari makanan ringan yang memanjakan lidah sampai penganan berat yang mengenyangkan perut, semua ada di Negara ini. Keanekaragaman kuliner Indonesia tidak habis dijelaskan dari A sampai Z, karena nyatanya, memang begitu banyak jenis makanan di Negara ini. Salah satunya adalah Lumpia atau dikenal dengan nama lainnya Lun pia.

Kebanyakan orang tentu sudah pernah mendengar nama penganan yang satu ini dan mengenalnya sebagai jajanan khas kota Semarang. Pengangan ini dibawa oleh pendatang dari Tiongkok dan diperkenalkan oleh keturunan tiong hoa bernama Tjow Thay Yoe. Makanan yang dibawa masuk ke Indonesia ini pertama kali diperkenalkan dalam sebuah ajang Olahraga. Pada pesta olahraga yang pertama kali digelar oleh Presiden Soekarno inilah lumpia pertama kali dijajakan. Dengan memanfaatkan keramaian di ajang Olahraga tersebut, Tjow Thay Yoe pun menjual kudapan tersebut.

Biasanya, Lumpia terdiri dari isian rebung serta kulit gandum tipis. Umumnya, isian lumpia selain rebung juga berisi sayuran, daging-dagingan, seafood, maupun telur. Namun, sekarang bisa ditemukan variasi makanan ini, yaitu lumpi basah di daerah bandung yang berisi irisan bengkuang yang dicampur dengan telur, tauge, dan bumbu lainnya. Bumbu Lumpia asli dari tiongkok tentu mengalami variasi di Indonesia. Di sini, cita rasa Lumpia telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Siapa yang suka dengan Lumpia goreng, datang saja ke Semarang. Ada sederetan penjual Lumpia di sekitar jalan pandanaran Semarang, yang menjadi pusat oleh-oleh kota Semarang.

Senin, 08 September 2014

Jalan-jalan di Taman KB

Taman KB merupakan salah satu tempat kuliner ramai di Semarang. Disebut Taman KB karena di taman ini terdapat patung Ibu yang menggendong serta menggandeng dua orang anak. Tidak ada patung Ayah di sana, yang sering membuat pengunjung bertanya-tanya keheranan. Namun, kebanyakan juga tidak peduli bahkan mungkin tidak menyadari ketiadaan patung Ayah ini.


Letak taman KB persis berada di depan SMA N 1 Semarang. Taman ini merupakan salah satu jantung kota Semarang yang masih asri karena banyak pepohonan yang tumbuh di sana. Di tempat ini, di sepanjang pinggiran taman, terdapat warung-warung makan yang menjajakan berbagai macam makanan. Namun, yang paling terkenal adalah lontong tahu gimbalnya. Kisaran harga makanan di sini sekitar Rp 10.000. Cukup murah sebenarnya, dengan porsi yang banyak.

Jika malam tiba, kita bisa melihat lampion berwarna-warni berbentuk bunga yang ada di tengah-tengah kolam. Dan, di malam-malam tertentu, kita bisa menikmati acara-acara yang sengaja diadakan di sana. Selain makanan berat yang dijajakan di taman itu. Ada juga makanan-makanan ringan yang dijual di seberang lain taman, semacam sosis bakar, es cappucino, tahu goreng, dan lain-lain.

Sebagai area rekreasi bagi warga Semarang, di sini juga ada penyewaan mobil-mobil berlampu, lho. Maksudnya, semacam sepeda yang berbentuk seperti mobil dan bisa ditumpangi beberapa orang sekaligus, dengan hiasan lampu neon hampir di seluruh bagian mobil. Tertarik untuk mencicipi kuliner di Taman KB? Atau... ingin berjalan-jalan di sekitar taman KB dengan mobil-mobilan hias?